Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Waspada Makanan Berlabel Bebas Lemak dan Gula

Written By arnoldy septiano on Senin, 28 Januari 2013 | 11.07

SEHAT  adalah suatu kebutuhan. Kebutuhan orang untuk tetap sehat membuat mereka mulai memilih-milih makanan yang dapat dikonsumsi. Bagi mereka yang menjaga pola makan atau diet sehat, makanan dan minuman berlabel fat-free atau sugar-free seringkali menjadi pilihan. Mereka tergantung pada label tersebut saat berbelanja makanan.

"Orang-orang cenderung merasa bahwa jika mengkonsumsi makanan berlabel 'bebas lemak' maka mereka dapat mengonsumsinya kapan pun dan sebanyak apa pun yang mereka inginkan. Padahal itu salah," ucap Emilia E Achmadi MS, seorang Clinical Dietitian, Food & Nutrition Expert yang ditemui di acara Jakarta's Food Editor's Club.

Menurut dia, label itu hanyalah gimmick industri makanan. "Ketika suatu makan dilabelkan 'bebas lemak' maka makanan tersebut ditambahkan sesuatu untuk menggantikan lemak yang dihilangkan. Dan biasanya yang ditambahkan adalah gula," katanya.

Ia menambahkan, sebaliknya jika suatu makanan dilabelkan 'bebas gula' berarti yang ditambahkan ke dalam makanan itu untuk menggantikan gula yang dihilangkan biasanya adalah lemak. Masyarakat sudah sepatutnya tetap hati-hati terhadap makanan dengan label 'bebas lemak' atau 'rendah lemak' dan lainnya.

Dia mengungkapkan bahwa makanan berlabel 'bebas lemak', 'rendah lemak', 'bebas gula' muncul karena industri makanan menyadari kebutuhan banyak orang yang ingin sehat dan mencari makanan-makanan sehat.

Kunci terpenting adalah mengontrol porsi. Apa pun makanannya, jangan makan berlebihan. Selain itu ia menyarankan untuk mengganti bahan makanan menjadi yang lebih sehat, contohnya ganti nasi putih dengan nasi merah, ganti minyak sayur dengan minyak canola yang lebih sehat. Ganti roti biasa dengan roti gandum utuh yang mengandung lebih banyak serat. Tak hanya itu, saat mengonsumsi telur, cukup putihnya saja. (vl/yul)

Makanan Ini Tingkatkan Kekebalan di Musim Hujan

Written By arnoldy septiano on Selasa, 22 Januari 2013 | 07.36

DI MUSIM  penghujan, udara yang dingin akhir-akhir ini sungguh memberi masalah tersendiri bagi masyarakat. Tak jarang udara dingin yang disertai  hujan dan angin kencang membuat orang lebih  mudah jatuh sakit.
Penyakit flu, mulai dari batuk pilek, masuk angin hingga perut kembung, jadi langganan mereka yang punya banyak aktivitas di luar rumah.

Tak jarang  di saat musim penghujan ini, kekebalan tubuh justru mengalami penurunan. Ini artinya tubuh Anda memerlukan makanan super untuk menjaga imunitas.

Beberapa jenis makanan yang kaya protein, biji-bijian, dan makanan rendah lemak dibutuhkan. Termasuk juga, istirahat yang cukup, serta berolahraga secara teratur dapat mempertahankan sistem kekebalan tubuh.

Anda pun perlu tahu, beberapa makanan yang bisa menunjang kekebalan tubuh seperti dikutip Times of India:

Wortel
Sayuran berwarna oranye ini memiliki kandungan betakaroten yang baik untuk tubuh. Vitamin A yang terkandung dalam wortel juga membantu melawan hawa dingin serta mampu menangkal virus penyebab flu.

Variasi Teh
Seperti diungkap dalam Times of India, kandungan antioksidan pada teh hijau dan teh chamomile memang mampu melawan radikal bebas. Akan tetapi variasi teh ini juga memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang kuat, sehingga membantu melawan serangan flu. Untuk menguatkan kekebalan tubuh Anda, konsumsi teh, dua hingga lima kali dalam sehari.

Jamur
Jamur dipercaya dapat memberikan kekuatan pada kekebalan tubuh. Tak hanya itu, jamur juda melindungi sistem tubuh dari virus dan serangan penyakit selama musim penghujan. Oleh karena itu, konsumsi jamur putih untuk meningkatkan produksi sel pembunuh virus.

Bawang Putih
Bumbu masak ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh.  Selain berguna untuk menyuburkan rambut, bawang putih juga mampu mengatasi berbagai macam penyakit, seperti demam. Pengobatan dengan bawang putih dipercaya memiliki kemampuan untuk meningkatkan kadar enzim yang membantu detoksifikasi hati, serta memberikan kekebalan.

Madu
Senyawa dalam madu dikenal menjadi bahan sederhana dan paling aman untuk mengatasi penyakit flu dan demam selama musim hujan. Sifat antibakteri tentunya melawan bakteri dan virus. Untuk itu, sebaiknya setiap malam sebelum tidur konsumsilah madu. Misal, dengan cara mencampur secangkir susu hangat dengan madu. (vl/yul)

rMakanan Sehat Bernutrisi Bikin Anak Tak Cepat Lapar

Written By arnoldy septiano on Jumat, 18 Januari 2013 | 08.41

RASA lapar pada anak sering sekali muncul seperti halnya orang dewasa. Bahkan tak jarang dari mereka yang beralih pada camilan untuk mengatasinya. Jika cemilannya tidak menyehatkan, si kecil pun tidak mendapat tambahan nutrisi juga energi.

Pemberian makanan selingan tidak boleh dilewatkan. Sama halnya dengan memberikan makanan utama. Karena dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya si kecil membuthkan banyak vitamin, mineral juga energi. Selain dari makanan utama, camilan pun akan membantu memenuhi asupan nutrisi dan energi.

Ternyata memberikan camilan untuk anak tidak boleh sembarangan. Sebisa mungkin untuk memberikan camilan sehat, jika tidak si kecilpun bisa mengalami kenaikan berat badan. Camilan tidak sehat juga diketahui tidak mengandung nutrisi dan justru mengandung banyak lemak.

Seperti dikutip livestrong.com dan menurut ulasan Kidshealth anak yang diberikan camilan tidak sehat cenderung akan makan terlalu banyak dan berat badannya jadi bertambah jika dibandingkan dengan anak-anak yang selalu diberikan camilan sehat.

Makanan ringan yang sehat dan bergizi juda dapat membuat rasa lapar anak teratasi. Karena perutnya sudah terasa kenyang anakpun tidak akan meminta makanan tambahan pada jam berikutnya.
(dth/yul)

Junk Food 3 Porsi Seminggu, Berisiko Asma & Eksim


MAKANAN nirnutrisi atau junk food seperti kentang goreng, pizza, burger dan goreng-gorengan lebih menggoda bagi siapa saja termasuk anak-anak. Rasa gurih dan aroma yang mengundang lebih menarik daripada makanan sehat yang cenderung tanpa aroma dan rasanya lebih hambar.

Namun, jangan biasakan anak dan remaja berlebihan mengkonsumsi makanan jenis ini. Berdasarkan studi terbaru, peneliti menemukan anak-anak yang makan tiga porsi junk food seminggu memiliki gejala alergi yang lebih berat. Antara lain mengi, hidung meler dan kulit gatal. Makanan jenis ini juga memperburuk asma dan eksim pada anak-anak.

Temuan studi internasional yang melibatkan lebih dari 100 negara menyimpulkan diet makanan cepat saji berkontribusi terhadap epidemi asma. Tren perubahan diet dari makanan segar menjadi makanan siap saji dipercaya mulai terjadi sejak tahun 1970-an.

Dalam 20 tahun terakhir jumlah penderita asma di Inggris meningkat dua kali lipat. Hal tersebut akibat penurunan asupan vitamin dan mineral penting dalam diet anak. Sementara konsumsi lemak dalam minyak dan makanan olahan melonjak. Lebih dari lima juta warga Inggris menderita asma, termasuk 1,4 juta anak.

Selama studi, peneliti mengkaji data 319.000 anak usia 13 dan 14 tahun dari 51 negara. Dan 181.000 anak usia enam dan tujuh tahun dari 31 negara yang berbeda.

Para remaja dan orangtua ditanyai tentang gejala asma, rhinoconjunctivitis -- yang mempengaruhi hidung dan mata - dan eksim dalam 12 bulan sebelumnya. Responden juga ditanya tentang diet dan konsumsi jenis makanan tertentu yang dikaitkan dengan efek protektif atau merusak pada kesehatan.

Frekuensi asupan makanan juga diukur, yaitu:  tidak pernah, kadang-kadang, sekali atau dua kali seminggu dan tiga kali atau lebih dalam seminggu. Hasilnya, remaja yang makan tiga porsi atau lebih  burger, keripik dan piza setiap minggu, 39 persen mengalami peningkatan risiko asma parah.

Sementara anak yang makan junk food lebih dari tiga porsi memiliki 27 persen peningkatan risiko. Anak pengkonsumsi makanan cepat saji juga berisiko yang lebih tinggi menderita eksim dan rhinitis parah, dengan gejala pilek atau hidung tersumbat, mata gatal dan berair.

Dalam jurnal kesehatan Thorax, para peneliti mengatakan jika dua hal tersebut saling berkaitan, maka temuannya akan berpengaruh signifikan pada kesehatan masyarakat.

Perbanyak Makan Buah

Studi ini juga menemukan, makan buah memiliki efek perlindungan pada anak-anak dan remaja. Konsumsi tiga porsi buah atau lebih dalam seminggu dikaitkan dengan penurunan keparahan gejala alergi, 11 persen di kalangan remaja dan 14 persen pada anak-anak.

Mengutip MSNBC, peneliti mengatakan," Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji dapat berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi asma, rhinoconjunctivitis dan eksim pada remaja dan anak-anak."

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak yang berdiet Mediterania dengan asupan tinggi buah dan sayuran memiliki risiko asma yang lebih rendah. Selain makanan tinggi lemak seperti junk food, asupan tinggi garam dan asam lemak seperti dalam margarin juga bisa menyebabkan asma.

Peneliti di Asthma UK, Malayka Rahman mengatakan, penelitian ini mempertegas studi sebelumnya yang menyatakan bahwa diet berkontribusi terhadap risiko terserang asma. "Dan studi lanjutan perlu untuk menunjukkan manfaat dan efek kelompok makanan tertentu terhadap kemungkinan terhadap asma yang parah," ujar Rahman.

Menurut Rahman, bukti menunjukkan bahwa vitamin dan antioksidan yang ditemukan dalam buah dan sayuran segar memiliki efek menguntungkan pada penderita asma. Sehingga penderita asma disarankan diet sehat dan seimbang, termasuk lima porsi buah atau sayuran setiap hari, ikan lebih dari dua kali seminggu, dan berolahraga lebih dari satu kali seminggu. (vl/yul)

Makanan Sehat Bernutrisi Bikin Anak Tak Cepat Lapar

Written By arnoldy septiano on Kamis, 17 Januari 2013 | 08.51

RASA lapar pada anak sering sekali muncul seperti halnya orang dewasa. Bahkan tak jarang dari mereka yang beralih pada camilan untuk mengatasinya. Jika cemilannya tidak menyehatkan, si kecil pun tidak mendapat tambahan nutrisi juga energi.

Pemberian makanan selingan tidak boleh dilewatkan. Sama halnya dengan memberikan makanan utama. Karena dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya si kecil membuthkan banyak vitamin, mineral juga energi. Selain dari makanan utama, camilan pun akan membantu memenuhi asupan nutrisi dan energi.

Ternyata memberikan camilan untuk anak tidak boleh sembarangan. Sebisa mungkin untuk memberikan camilan sehat, jika tidak si kecilpun bisa mengalami kenaikan berat badan. Camilan tidak sehat juga diketahui tidak mengandung nutrisi dan justru mengandung banyak lemak.

Seperti dikutip livestrong.com dan menurut ulasan Kidshealth anak yang diberikan camilan tidak sehat cenderung akan makan terlalu banyak dan berat badannya jadi bertambah jika dibandingkan dengan anak-anak yang selalu diberikan camilan sehat.

Makanan ringan yang sehat dan bergizi juda dapat membuat rasa lapar anak teratasi. Karena perutnya sudah terasa kenyang anakpun tidak akan meminta makanan tambahan pada jam berikutnya.
(dth/yul)

Salmon Bantu Redakan Stres

Written By arnoldy septiano on Rabu, 16 Januari 2013 | 08.46

JANGAN takut menyantap ikan laut, selain kandungan gizinya yang baik untuk menunjang kesehatan, beberapa ikan terbukti mampu menyingkirkan stress yang sering menyerang. Jika Anda sering mengalami stress dan ingin melenyapkannya dengan cara yang lezat dan sehat, pemilihan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 bisa menjadi pilihan jitu. Tak perlu bingung memilih makanan mana yang memenuhi persyaratan tersebut, ikan salmon bisa menjadi sahabat terbaik Anda yang terpercaya meredakan stres.

"Asam lemak omega-3 dalam ikan yang hidup di perairan air dingin akan membantu otak merespon sinyal dari dopamin dan serotonin, zat dalam tubuh yang mengatur suasana hati," ujar Stephen Ilardi, PhD, seorang penulis buku The Depression Cure. "Antioksidan dan flavonoid dalam buah dan sayur warna-warni bekerja untuk menjadi kombinasi omega-3 untuk melindungi otak dari bahaya peradangan yang dipicu oleh stres," katanya.  Nah, Anda memilih salmon untuk pilihan lezat yang satu ini.

Tetapi hati-hati manfaat ikan salmon untuk mengusir stres bisa hilang jika Anda salah mengolahnya. Seberapa baik Anda memasak ikan, maka akan berpengaruh pada manfaatnya bagi tubuh. Karena itu, cara memasak ikan salmon yang disarankan adalah pemanggangan, direbus atau dikukus agar lemak sehat dalam salmon tidak hilang. Menggoreng salmon hanya akan menghilangkan manfaat salmon dan menambah asupan lemak tak sehat.

Nah, jika Anda berbelanja, jangan lupa sediakan salmon segar dan disimpan pada lemari pendingin Anda. (vem/yul)

Agar Nafsu Makan Tak Menggila

Written By tonitok on Selasa, 15 Januari 2013 | 01.49

JIKA cuaca dingin, sulit rasanya untuk meredam nafsu makan yang menggila. Jika tidak dikendalikan, masalah ini bisa merusak penampilan dan bobot tubuh Anda.

Menahan nafsu makan adalah salah kunci keberhasilan menurunkan berat badan. Namun, jika hasrat ngemil sulit dikendalikan, tentu program penurunan berat badan Anda bisa menjadi kacau balau.

Jika ingin kondisi berat badan tubuh stabil, ada cara mudah untuk mengatasinya. Dengan mengonsumsi makanan sehat di bawah ini, bisa membuat Anda merasa kenyang tanpa khawatir akan timbul kenaikan berat badan.

Berikut makanan yang dapat menekan nafsu makan Anda seperti dikutip laman Shape:

Kacang almond

Makanan ini cukup manjur menunda lapar dan cocok juga untuk dimakan sebagai menu diet.
Dilihat dari indeks glikemiknya yang rendah, kacang almond termasuk makanan yang dicerna dengan lambat di saluran pencernaan. Makin rendah indeks glikemiknya, maka peningkatan kadar gula dalam darah akan meningkat secara lebih perlahan sehingga aman bagi penderita diabetes.

Makanan dengan indeks glikemik rendah seperti almond bermanfaat ketika harus menghindari lonjakan kadar gula darah seperti pada pasien diabetes, maupun yang sedang membatasi asupan kalori misalnya saat diet. Sifatnya yang bisa menunda rasa lapar membuat makanan ini sangat direkomendasikan.

Kopi

Banyak orang yang menganggap bahwa minum kopi dapat mendukung program diet karena mengurangi rasa lapar. Tapi benarkah minum kopi bisa membantu menurunkan berat badan?

Kopi hitam merupakan salah satu minuman yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Selain bebas lemak, kopi hitam (tanpa gula) juga bebas kalori yang dapat memainkan peran dalam penurunan berat badan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein dalam kopi hitam dapat bertindak sebagai penekan nafsu makan sementara, sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan.

Telur

Memulai hari dengan sarapan menggunakan telur dapat membantu mengurangi nafsu makan Anda lebih baik dibandingkan dengan menggunakan sereal. Ini merupakan salah satu tips diet yang sehat dan tidak menyiksa.

Satu butir telur yang besar memiliki sekitar 70 kalori, dan berisi sekitar 6 gram protein, 5 gram lemak, dan 186 miligram kolesterol.

Para ilmuwan menduga, protein telur mampu membuat orang merasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan protein yang ditemukan dalam gandum. Bagi orang-orang yang berharap untuk melakukan penurunan berat badan atau sedang dalam menjalankan diet sehat, ini merupakan strategi dan tips kesehatan untuk program diet yang bagus.

Ini merupakan hasil dari penelitian yang didanai oleh Dewan Telur Amerika, dan dipresentasikan pada the19th Eropa Kongres Obesitas di Lyon, Prancis.

Alpukat

Alpukat selama ini "dituduh" sebagai buah yang dapat membuat gemuk, ternyata justru membantu Anda yang ingin mengenyahkan lemak di bagian perut. Selain mengandung lemak (lemak nabati yang tergolong sehat dan bermanfaat bagi tubuh), alpukat pun mengandung senyawa fitonutrien. Senyawa fitonutrien berkemampuan memerangi lemak perut dan menjadikannya susut dan rata.

Ketika mengonsumsinya, buah tersebut akan memasok hormon pembakar lemak dalam tubuh yang akan membantu Anda kehilangan lemak perut. Kandungan serat avokad pun senantiasa membuat kenyang lebih lama dan berkemampuan mengendalikan nafsu makan seseorang. Para ilmuwan menduga, lemak tak jenuh yang terkandung di dalamnya bisa meningkatkan hormon penunda lapar yang disebut leptin. Hormon ini bisa merangsang otak untuk berhenti makan. (dth/yul)

Sup Ayam Obat Nikmat Penumpas Flu

MUSIM  dingin menjadi puncak penyakit flu. Musim hujan identik dengan meningkatnya berbagai penyakit. Banyak cara dilakukan untuk mencegah virus flu agar tak menyebabkan Anda jatuh sakit. Sebagian besar orang mengkonsumsi jus jeruk dan makan sup ayam hangat saat gejala flu mulai menyerang.

Bukan hanya gejala, tapi juga mengobati dan melawan infeksi. Sebuah penelitian terbaru menjelaskan, senyawa carnosine dalam sup ayam berfungsi untuk membangun mobilisasi sistem kekebalan tubuh. Ini adalah tahapan awal untuk melawan flu.

Penelitian ini didasari pada temuan Dr Steohen Rennard, seorang peneliti dari University of Nebraska. Ia menemukan jika resep sup ayam buatan istrinya membantu menghambat respon neutrofil, sejenis sel darah putih yang melindungi tubuh dari infeksi.

Penghambatan yang terjadi di sini, berpengaruh pada pengurangan gejala infeksi pernapasan bagian atas. Meski begitu, Rennard belum dapat mengindentifikasi asal kehebatan apakah dari wortel, seledri, ayam, peteseli, lobak, lada, garam atau bawang.

Satu studi lainnya yang dilakukam di Miami telah mempelajari efek air dingin, air panas dan sup ayam pada aliran udara dan lendir. Di antara 15 relawan, para peneliti mengungkapkan bahwa sup meningkatkan fungsi silia, rambut yang melapisi lubang hidung dan mencegah virus masuk ke tubuh.

Namun, air panas juga berfungsi untuk membantu meningkatkan gerakan lendir hidung, yang berfungsi untuk membersihkan saluran udara dan meminimalkan kemampetan, seperti yang dilansir Medical Daily. (yul)

Sarapan Tinggi Protein & Karbohidrat Cegah Kegemukan

HASRAT menghindari makanan berlemak pasti terasa sulit. Kentang goreng, pizza dan pasta akan sukses menggoda keinginan untuk memakannya. Anda tak perlu takut menjadi gemuk, makanan tinggi karbohidrat ini bisa tetap dinikmati asalkan tidak lebih dari jam 09.00 pagi.

Sumber karbohidrat seperti nasi, kentang dan roti bukanlah penyebab utama kegemukan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor di Virginia Commonwealth University, sarapan tinggi karbohidrat justru akan membantu mencegah kelebihan berat badan.

Bahkan ia juga memperbolehkan makan pizza dan cokelat tanpa merasa bersalah, jika dimakan sebelum jam 9 pagi. Diet tinggi karbohidrat ini hanya boleh dijalankan saat pagi hari. Sedangkan untuk siang harinya Anda harus menjalankan diet rendah karbohidrat.

Sarapan merupakan kegiatan wajib yang tidak boleh diabaikan. Pasalnya nutrisi yang terserap dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mencegah makan berlebih di siang hari. Untuk mencegah kelebihan berat badan dan mengurangi risiko penyakit diabetes dan jantung.

Jika ingin mencegah kelebihan berat badan, sediakan menu sarapan tinggi karbohidrat dan protein, yang jumlahnya sekitar 600 kalori. Bisa berupa nasi, telur, kentang, daging ayam, pizza ataupun cokelat. Untuk makan siang dan malamnya bisa siapkan menu rendah karbohidrat.

Hasil penelitian yang dilakukan Dr. Daniela Jakubowicz ini tercatat lengkap dalam bukunya yang berjudul The Big Breakfast Diet: Eat Big Before 9 a.m. Disitu iapun menjelaskan mengenai diet sehat 1200 kalori, yang harus dijalankan selama 28 hari berikut resep masakannya.(dth/yul)

Camilan Sehat Pengganti Popcorn

SELAMA ini, popcorn memang menjadi sahabat baik di kala menonton film. Aromanya yang harum dan lelehen butter di atasnya membuat siapa pun tergoda untuk menikmatinya. Meski begitu, baru-baru ini popcorn telah diklaim sebagai makanan yang tidak sehat.

Kalau Anda berpikir ini karena kandungan kalori, Anda salah. Popcorn yang diduga mengandung zat kimia jenis diacetyl, salah satu bahan dalam pembuatan rasa, menyebabkan terjadinya kelainan dalam organ tubuh manusia.

Hal ini terbukti dengan kemenangan Wayne Watson yang menuntut ganti rugi senilai US$7,2 juta atau setara Rp 68 miliar, pada perusahaan pembuatan berondong jagung dengan microwave.

Nah, agar tidak terasa garing di saat nonton film, cobalah makanan sehat di bawah ini sebagai pengganti popcorn.

Buah-buahan kering: Anda dapat mengadopsi gaya diet raw-food dengan mengeringkan berbagai jenis buah-buahan sendiri di oven. Apel, mangga, blueberry atau kismis. Buah-buahan kering ini juga dapat dinikmati seperti permen, karena memiliki kandungan gula alami yang tentu saja sehat.

Pistachio: Kacang-kacangan adalah cemilan sehat dengan kandungan vitamin E tinggi, cemilan ini juga aman dikonsumsi di saat diet. Apalagi, jika Anda mengolahnya dengan cara dipanggang dan tidak dibubuhi garam.
Dark chocolate: Banyak orang menganggap, cokelat mengandung gula dan susu yang dapat menggagalkan diet Anda. Namun, jika Anda mengonsumsi cokelat yang kandungannya 90 hingga 99 persen dark chocolate, diet Anda pasti akan aman.

Air kelapa: Lupakan minuman manis bersoda. Air kelapa mengandung segudang nutrisi bermanfaat bagi tubuh. Air kelapa adalah salah satu minuman yang memiliki kemampuan untuk menghidrasi tubuh Anda, yang sekaligus dapat menghilangkan rasa lapar. Air kelapa dapat Anda nikmati langsung dan dapat pula dihidangkan dengan beberapa topping seperti kelapa muda, agar-agar, dan sebagainya. (vl/yul)

Sarapan Hindarkan Anak dari Obesitas


INGIN anak Anda berprestasi di sekolah? Biasakanlah mereka untuk tidak melewatkan sarapan pagi. Ini karena sarapan memberikan energi dan zat gizi yang diperlukan anak agar lebih fokus dan berkonsentrasi mengikuti pelajaran di sekolah.

"Membiasakan sarapan bergizi dan tepat waktu, penting dilakukan terutama bagi anak usia sekolah dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak," ucap Ketua Umum PDGMI, Dr Rachmi Untoro, MPH pada acara Deklarasi Pekan Sarapan Nasional & Simposium Nasional Sarapan Sehat.

Ia juga mengatakan bahwa membiasakan anak sarapan sejak dini juga dapat melatih disiplin anak yang akan berdampak pada kehidupannya. Penelitian yang dilakukan Cueto S dan Chinen M tahun 2008, menyimpulkan bahwa anak sekolah yang sarapan setiap pagi meraih skor tes memori, tes penyelesaian masalah dan prestasi belajar yang lebih baik dibanding anak yang tidak sarapan.

Sarapan dapat mengatur fungsi otak dengan tiga mekanisme biologis, yaitu memberikan energi (glukosa) dan zat gizi pada sistem saraf pusat, memberikan zat gizi penting bagi tubuh, serta mengatur efisiensi kemampuan berpikir.

Penelitian juga menunjukkan adanya keterkaitan antara tidak rutin melakukan sarapan dengan kegemukan. Anak yang rutin melakukan sarapan cenderung memiliki berat badan normal.

Penelitian yang dilakukan Haug E pada pada tahun 2009 terhadap 200 ribu anak sekolah yang kelebihan berat usia 11 hingga 15 tahun dari beberapa negara di Eropa menunjukkan bahwa melewatkan sarapan merupakan faktor risiko utama terjadinya kelebihan berat badan. (vl/yul)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIANSEMARANG - Rupa Rupa - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger