Home » , » Olahraga 2 Jam Usai Santap Makanan Berlemak Kurangi Risiko Sakit Jantung

Olahraga 2 Jam Usai Santap Makanan Berlemak Kurangi Risiko Sakit Jantung

Written By arnoldy septiano on Selasa, 22 Januari 2013 | 07.38

KETIKA Anda makan makanan berlemak, kadar trigliserida dalam darah akan meningkat dan Anda akan lebih berisiko terhadap penyakit jantung. Jika Anda terpaksa makan makanan berlemak tinggi, lakukan olahraga beberapa jam sebelum dan setelahnya untuk mengurangi risiko tersebut.

Tingginya kadar trigliserida atau lemak dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Olahraga secara teratur dapat mengurangi tingkat trigliserida, bahkan olahraga dapat memberi efek perlindungan terhadap risiko penyakit jantung yang meningkat akibat konsumsi makanan berlemak.

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa berolahraga 10 sampai 12 jam sebelum makan makanan yang tinggi lemak adalah cara terbaik untuk mengurangi peningkatan trigliserida. Meskipun berolahraga sesudahnya menunjukkan beberapa manfaat juga.

Stephen Ball, seorang profesor fisiologi nutrisi dan olahraga di University of Missouri menyatakan, waktu terbaik untuk berolahraga adalah setiap kali Anda bisa. Dan jika Anda ingin menurunkan berat badan, Anda harus rutin berolahraga untuk membakar kalori lebih banyak dari jumlah kalori makanan yang Anda makan.

Dalam studi baru, para peneliti mengukur kadar trigliserida pada 10 laki-laki dan perempuan setelah makan makanan yang mengandung sekitar 38 persen lemak. Pada dua hari terpisah, peserta diminta melakukan olahraga satu jam sebelum dan satu jam setelah makan. Pada hari ketiga, peserta tidak berolahraga sama sekali sebelum dan setelah makan.

Orang yang tidak berolahraga mengalami peningkatan kadar trigliserida hingga 66 miligram per desiliter (mg / dL) menjadi 172 mg / dL dua jam setelah makan. Kadar trigliserida yang normal adalah di bawah 150 mg / dL.

Ketika orang-orang berolahraga sebelum makan, kadar trigliserida meningkat menjadi 148 mg / dL dalam waktu dua jam setelah makan. Hal ini menunjukkan 25 persen pengurangan dibandingkan dengan tingkat trigliserida orang yang tidak berolahraga.

Ketika orang-orang berolahraga setelah makan makanan berlemak, kadar trigliseridanya meningkat menjadi 131 mg / dL. Ini menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan sebanyak 72 persen dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga.

Enam jam setelah makan makanan tinggi lemak, kadar trigliserida semua peserta hampir sama, terlepas dari apakah peserta berolahraga atau tidak. Namun, kenaikan sementara tingkat trigliserida setelah makan makanan tinggi lemak tersebutlah yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

"Berolahraga setelah mengonsumsi makanan berlemak dapat mempercepat metabolisme tubuh mengelola lemak, sehingga menurunkan kadar trigliserida," kata para peneliti.

Jika Anda terpaksa makan makanan tinggi lemak dalam sebuah acara makan malam, Anda dapat mencegah meningkatnya kadar trigliserida dengan berolahraga setelahnya atau telah berolahraga sebelumnya.

Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti di Kyoto Prefectural University, yang diterbitkan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise edisi bulan Februari mendatang, seperti dilansir myhealthnewsdaily, Minggu (20/1/). (dtc/yul)
Share this article :

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIANSEMARANG - Rupa Rupa - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger